Pengusaha Ternak Ayam Sukses Meski Tanpa Restu Orang Tua

No Comments

Pengusaha Ternak Ayam Sukses Meski Tanpa Restu Orang Tua – Sebelum raih keberhasilan di usia yang terbilang tetap muda, Damianus Rofinus S. Muda mengaku mulanya ditentang ke dua orang tuanya.
Kedua orang tuanya yang menampik keras dirinya jadi wirausahawan.
Pertentangan itu berawal berasal dari latar belakang berasal dari Rofinus yang merupakan sarjana Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Bahasa Inggris dan latar belakangan orang tua Rofin yang merupakan ASN guru, jadi komplit bahwa tujuannya untuk berbisnis tambah tidak memperoleh dukungan.
“Orang tua juga guru dan ketiga saudara juga guru bukan orang biasa, anggapannya dengan gaji,” kata Rofin kepada florespedia di Kloangbolat, Desa Geliting, Kamis (19/8).
Bahkan, Rofin mengaku, meski tidak memperoleh restu berasal dari ke dua orangtuanya , dirinya senantiasa melanjutkan tekadnya jadi pengusaha.
Dirinya pun pilih beternak ayam kampung jadi bidang bisnis yang digelutinya.
Namun, bisnis Rofin meyakinkan ke dua orang tuanya pun tidak berjalan mulus. Beberapa waktu berjalan banyak halangan yang dihadapi di antaranya penyakit ayam dan juga halangan di keuangan. Tidak sampai disitu, dengan stimulan yang tinggi untuk tetap studi lebih dekat dengan ayam dia pun melacak referensi berasal dari sebagian peternak sukses.
Dan dengan bantuan sebagian lembaga keuangan yang memberi support supaya bisnis ternak ayam yang diberi nama Solideo Farm berhasil sampai waktu ini.
Pria yang mempunyai nama lengkap Damianus Rofin Sere Muda (36), kelahiran Lewotobi, Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur udah membuktikannya. Anak laki-laki berasal dari pasangan Pius Tata Muda dan Lusia Ema berhasil beternak ayam kampung ribuan ekor dan dapat menghasilkan omzet puluhan juta rupiah per bulan.
Pria kelahiran Lewotobi, Kabupaten Flores Timur ini mengawali bisnisnya pada 2016 dan baru memperoleh restu berasal dari ke dua orangtuanya pada 11 Agustus 2021 kala bisnisnya udah berhasil dan masuk pada th. keenam udah mempunyai fondasi atau wujud bisnis yang terlampau potensial.
“Setelah bisnis ternak ayam kampung masuk th. keenam dan udah dikatakan sukses, kemarin pada 11 Agustus baru mendapat restu berasal dari ke dua orang tua. Dan waktu itu juga mereka mengakui keberhasilan saya,” tutur Rofin.
Rofin menuturkan, ia mengawali usahanya pada 4 Agustus 2016 dengan memelihara ayam kampung dan ayam bangkok. Tetapi musibah mampir dan ratusan ekor ayam milik nya mati.
Namun, ia tidak menyerah, pada th. 2019 diatas lahan 18 x 20 mtr. di Dusun Kloangbolat, Desa Geliting ‘disulap’ permanen dan mendatangkan 800 ekor ayam KUB berasal dari Bali dengan harga Rp 900.000 perbox.
Saat ini, populasi itu udah memproduksi mencukupi pasaran. Usahanya tambah membaik dengan bantuan utang dana LPBD bulan Oktober 2020. Dana itu digunakan untuk pengadaan pakan dan mendatangkan anak ayam KUB.
“Tahun 2019 aku fokus beternak ayam kampung dengan mengfungsikan pakan seperti dedak padi, jagung, dan diselingi pakan ayam yang dibeli berasal dari toko serta obat dan vaksin berbahan herbal. Dan waktu ini juga aku udah mempunyai mesin penetas telur,” tuturnya.
Rofin Muda mempunyai tiga product utama yakni telur, DOC, dan ayam konsumsi. DOC juga dapat dibagi dua, yakni kelas super dan kelas murni. Sedangkan, ayam mengonsumsi dapat dibagi dua, yakni dalam kondisi hidup ataupun kondisi siap yang diolah.
“DOC aku pesan berasal dari Jawa dan Bali sebelum aku belanja mesin tetas sendiri. Sekarang aku udah membeli berkapasitas memproduksi DOC 500 per bulan,” ujarnya .
Usaha beternak ayam kampungnya dapat memproduksi telur raih 250 butir per hari. Total ayam kampung miliknya waktu ini sebanyak 1.987 ekor.
Keuntungan ayam potong lebih mengundang hasrat namun, Rofin optimistis bisnis yang diberi nama Solideo Farm mempunyai segmen pasar tersendiri.
Rofin Muda menyadari bahwa berhasil beternak ayam kampung atas restu yang Maha Kuasa, supaya dalam menggerakkan bisnisnya selain melacak keuntungan juga mempunyai misi kemanusiaan.
Melihat angka anak penderita stunting yang tinggi di Kabupaten Sikka menyebabkan Rofin prihatin dan mendiskusikan dengan istrinya supaya dapat mengambil bagian dalam masalah itu.
Di th. 2019, Rofin mengajukan kerja mirip dengan sejumlah desa di Kecamatan Hewokloang. Dia tawarkan gagasan kerja mirip dengan menyuplai telur dan daging ayam kampung tiap tiap hari sepanjang 3 bulan untuk anak stunting, gizi tidak baik dan ibu hamil.
Niat baik Rofin Muda direspon positif oleh pemerintah desa supaya dialokasikan melalui ADD th. 2020, untuk 5 desa yakni Desa Munerana, Wolomapa, Hewokloang, Kajowair dan Desa Baomekot.
“Saya prihatin dan juga kesempatan bisnis. Saya diskusikan dengan istri aku dan dia terlampau menopang aku kerja mirip dengan desa-desa,” ujarnya.
Di akuinya berdasarkan penelitian anak berusia 6 sampai 9 bulan diberikan 1 butir telur tiap tiap hari sepanjang 3 bulan. Hasilnya, perkembangan tinggi badan naik berarti pada anak yang mengonsumsi sebutir telur per hari dibandingkan yang tidak.
“Saya bangga karena berhasil menurunkan angka stunting di Kecamatan Hewokloang, berasal dari 176 masalah di th. 2020, menurun sampai tersisa 87 masalah di th. 2021,” kata Rofin Muda
Angka stunting, gizi tidak baik dan ibu hamil di Desa Munerana th. 2020 sebanyak 29 masalah turun jadi 15 kasus. Desa Wolomapa berasal dari 29 masalah turun jadi 13 kasus.
Desa Hewokloang berasal dari 30 masalah turun jadi 3 kasus. Desa Kajowair berasal dari 64 masalah turun jadi 40 masalah dan Desa Baomekot 24 masalah turun jadi 12 kasus.
“Ini kebanggaan yang luar biasa bagi saya, meskipun aku rugi secara bisnis. Tetapi yang terpenting sesuai misi kita untuk selamatkan anak manusia.Biar Untung sedikit tapi ini merupakan kepuasan tersendiri kala banyak anak tertolong dan desa-desa menghubungi saya,” tuturnya penuh semangat
Rofin juga mengajak kepada generasi muda supaya jangan malu jadi petani dan peternak. Dan jangan berharap jadi ASN. Karena dimana pun kita berada apabila kita terlampau disiplin dan berkenan mengupayakan tentu berhasil.v

Categories: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.