Kisah Sukses Sudono Salim Dari Gelandangan Hingga Menjadi Orang Terkaya -10 Di RI

No Comments

Nyaris seluruh orang di negeri ini tak asing lagi dengan nama Indofood. Satu diantara produk dari Indofood yang paling populer serta terkenal yaitu Indomie.

Disebutkan bahwa hampir seluruh masyarakat Indonesia jelas pernah cicipi produk mie instant yang berikut ini, Baik kelas ekonomi bawah, menengah, maupun atas jelas mencintai produk cepat suguhan itu.

Dahsyatnya kembali, produk unggulan Indofood itu nyatanya sangat disenangi di luar negeri. Satu diantara pencinta inti dari produk ini yaitu sekian banyak negara afrika. Perumpamaannya Nigeria, di negara itu, Indomie udah bagaikan jadi panganan inti mereka tiap hari.

Sebab keterkenalannya serta banyak orang yang mengkonsumsi produk itu di negeri yang berada di Benua Hitam itu, di sebagian supermarketnya, Indomie disebut yaitu “Nigerian Chicken Noodles”.

Kemajuan dari Indofood sampai jadi satu diantara brand kebanggan Indonesia yang termasyhur sampai nilai internasional nyatanya berasal dari seseorang yang paling miskin. Gak lain serta gak bukan, dia yaitu Sudono Salim, si bos dari Indofood.

Buat Anda pengusaha pemula, mesti mengetahui figure dibalik kemajuan Salim Kelompok, perusahaan konglomerasi besar di Indonesia. Figure itu yaitu Liem Sioe Liong atau bisa lebih diketahui selaku Sudono Salim.

Anda jelas telah mengetahui Salim Kelompok adalah perusahaan yang mengetuai Indofood Sukses Makmur, Indomaret, Indomobil, serta bermacam perusahaan besar yang lain. Salim Kelompok pun memprakarsai berdirinya bank swasta populer di Indonesia, ialah BCA.

Akan tetapi, peristiwa sukses Sudono Salim ini dapat jadi contoh buat Anda yang lagi menekuni usaha. Sudono Salim membentuk upaya raksasanya itu dari 0 alias tak miliki harta apapun. Dia mengerjakannya tanpa ada orang-tua yang menumpang hidupnya. Seluruhnya diperjuangkan sendiri di perantauan.

Di sini Anda bakal tahu lebih dalam tentang figure yang adalah ayah dari Anthony Salim, pimpinan Salim Kelompok buat era saat ini.

Memang tidaklah semuanya penduduk mengenali figure entrepreneur terutama Sudono Salim (Alm) atau yang miliki nama asli Liem Sioe Liong. Akan tetapi pastinya juta-an penduduk mengenali brand dari produk yang dibuat perusahaan yang dibikin Sudodo Salim. Pria yang dahulu biasa disebut Om Liem itu adalah pendiri PT Indofood Sukses Makmur yang menciptakan beberapa produk termasyhur di mata pelanggan Indonesia, terutama brand Indomie, Supermie, Sarimi serta minyak goreng Bimoli.

Gak berlebih apabila disebut, beberapa puluh juta orang Indonesia pernah cicipi produk mi instant brand Indomie. Produk ini digemari semuanya kelas sosial, baik kelas ekonomi bawah, menengah, maupun golongan berpunya. Sampai produk ini pun laris serta disenangi di pelanggan di bermacam luar negeri maka Indomie itu pun dieksport ke banyak negara. Di sebagian negara Afrika, brand Indomie pun tenar sebagaimana pada Indonesia.

Banyak pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa sukses Sudono Salim (Om Liem) dalam menjalani dunia usaha. Peristiwa pendiri Indofood ini dapat jadi buah pikiran buat golongan pemuka upaya yang cukup muda umur serta lagi menekuni upaya dari bawah.

Kisah Sukses Sudono Salim

Migrasi ke Indonesia

Sudono Salim yang berdarah asli Tionghoa ini melakukan migrasi ke Indonesia di tahun 1939. Ia susul kakak tertuanya yang memiliki nama Liem Sioe Hie yang udah terlebih dulu melakukan migrasi ke Indonesia tahun 1922. Dari Fukien Tiongkok, dia pergi ke Amoy serta naiki kapal dagang Belanda yang selanjutnya bawa ke Indonesia. Sesudah tiba di Indonesia, ia mulai usahanya dengan menjajakan minyak kacang sampai jadi penyedia cengkeh ke perusahaan rokok di Kudus serta Semarang. Sejak dahulu kota Kudus telah termasyhur selaku pusat roko kretek yang butuh banyak bahan tembakau serta cengkeh . Sehingga tidak aneh apabila perdagangan cengkeh adalah satu diantara pilar usaha terutamanya.

Seusai tinggal di Kudus setahun lebih, Sudono Salim kenalan dengan wanita asal dari Lasem yang bersekolah di sekolah Belanda Tionghoa. Sudono melamarnya, akan tetapi orang-tua sang gadis menampiknya sebab takut bila anaknya dibawa ke Tiongkok. Namun ia tak berserah. Ia setelah itu melamar kembali sampai diterima serta dikenankan menikah. Seusai menikah, Liem tambah ulet serta upayanya semakin mengalami perkembangan. Akan tetapi sewaktu Jepang menjajah tahun 1940-an, usahanya kolaps. Setelah itu ia memutus untuk berpindah ke Jakarta.

Kemajuan Usaha

Pemilikan Salim Kelompok mencakup Indofood, Indomarco, Indocement, Indomobil, Bank BCA, dll. Disamping sejumlah perusahaan itu, ia pun dirikan perusahaan tepung terigu PT Bogasari Flour Mills bersama dengan relasi usahanya Djuhar Sutanto, Sudwikatmono, serta Ibrahim Risjad di tahun 1969. Upayanya berkembang sangat cepat di era Orde Anyar. Bogasari dibuat atas bantuan modal dari pemerintahan. Perihal itu ringan dikerjakan sebab korelasi Liem dengan presiden kedua, Soeharto. PT Bogasari memonopoli pasokan tepung di sisi barat Indonesia. Bogasari pun memperoleh keutamaan dari pemerintahan, ialah dikasihkan layanan dermaga sendiri.

Setelah itu di tahun 1975, The Gang of Four dirikan PT Indocement Tunggal Superior yang hampir memonopoli pasar semen di Indonesia. Seusai upayanya banyak yang berkembang, Liem bersinergi dengan sejumlah entrepreneur buat dirikan usaha lain. Bisnis-bisnis itu antara lain Indomobil, Bank BCA, real estate PT Metropolitan Development, dll.

Categories: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *